Panduan Belanja Lebaran Agar Lebih Efisien

Pada saat bulan Ramadan biasanya belanja lebaran menjadi lebih meningkat daripada bulan lainnya. Hal ini disebabkan karena kebutuhan lebaran meningkat dengan seiring tradisi dalam rayakan hari lebaran yang penuh dengan Sukacita. Lebaran menjadi kerinduan yang dinantikan terutama bagi mereka yang pulang kampung, reuni bersama keluarga, sehingga momen yang harus spesial dengan menghidangkan beberapa makanan khas lebaran untuk bersukacita bersama.

Namun pada akhirnya tidak sedikit yang merasakan kondisi finansial yang berantakan usai lebaran karena tidak terkontrol pada saat belanja lebaran. Oleh sebab itu berikut ini adalah beberapa panduan belanja lebaran agar lebih efisien Sehingga akan kondisi keuangan pun tetap terjaga.

Tetapkan Anggaran yang Dimiliki

Tanpa perencanaan yang matang kondisi finansial kamu akan lebih mudah jebol terlebih pada saat Ramadan dan lebaran diskon dan promosi gencar ditawarkan habis habisan. Membuat anggaran belanja lebaran menjadi salah satu langkah yang paling fundamental.

Berikut ini adalah beberapa pengeluaran yang perlu diprioritaskan: antara lain kebutuhan sandang yaitu seperti baju baru dan perlengkapan lebaran lainnya. Pangan bahan makanan untuk hidangan lebaran ataupun Hantaran kepada tetangga. Transportasi untuk mudik atau keperluan bersilaturahmi pada saat hari lebaran. Angpao, jika kamu memang tidak mau melewatkan tradisi lebaran yang satu ini. Dana tidak terduga untuk keperluan mendesak atas kejadian yang tidak diharapkan.

Buatlah Daftar Belanja yang Rasional

Setelah itu buatlah daftar belanja yang rasional yang disesuaikan dengan gaji bulanan maupun tunjangan hari raya yang didapatkan satu minggu sebelum lebaran. Sesuaikan pengeluaran dengan pemasukan agar tidak terjadi defisit ataupun over budget belanja. Membuat daftar belanja untuk lebaran akan mengontrol kondisi keuangan kamu sehingga barang yang dibeli hanyalah barang barang yang dibutuhkan saja.

Fokuslah kepada barang barang yang memang diperlukan misalnya seperti kue kering lebaran untuk Hantaran yang memang menjadi salah satu tradisi.

Bandingkan Harga dengan Toko Sebelah

Jangan sungkan untuk membandingkan barang yang satu dengan barang yang lainnya di toko sebelah. Biasanya sudah menjadi kebiasaan umum bagi masyarakat Indonesia untuk mencari harga yang paling murah dengan bahan dan barang yang kualitasnya sama.

Kamu memang perlu memiliki skill negosiasi terutama jika belanja di pasar tradisional untuk mendapatkan harga terbaik sehingga nantinya budget belanja bisa dihemat secara lebih efisien. Kamu juga bisa melakukan perbandingan harga secara online sehingga kamu bisa memilih toko online yang memberikan diskon atau promo lebaran terbaik.

Mumpung masih Ramadan kamu bisa menggunakan pinjol cepat cair dan mudah dari Kredivo yang memberikan tenor sampai dengan tiga bulan tanpa perlu bayar bunga. Cukup bayar biaya administrasinya saja sebesar 3% dari total belanjaan di keranjang.

Kredivo juga memberikan kemudahan dengan tenor yang lebih fleksibel antara enam sampai dengan 12 bulan. Bunganya sangat rendah jika dibandingkan dengan perusahaan lain yaitu mulai dari 1.99% saja per bulan. Jika kamu melakukan pendaftaran sebaiknya ajukan pendaftaran premium supaya bisa mendapatkan limit pinjaman sampai dengan Rp50.000.000.

Belanja Secara Online Agar Lebih Banyak Diskon

Belanja secara online memang memiliki keunggulan dari segi efisiensi waktu dan juga harga. Namun demikian salah satu kelemahan jika kamu belanja secara online yaitu kalap dengan memilih barang belanjaan karena memiliki mindset mumpung lagi murah.

Oleh karena itu manfaatkanlah promo dan diskon selama Ramadan dengan sangat bijaksana sehingga tidak over budget.

Manfaatkan Cicilan Secara Bijak

Pengguna cicilan memang tidak ada larangan ketika diperlukan dan dalam kondisi yang mendesak. Namun jika kamu memang berurusan dengan pinjol cepat cair dan mudah gunakanlah secara bijaksana sehingga penggunaannya benar benar memberikan manfaat yang sangat besar.

Beberapa pakar memberikan saran untuk penggunaan cicilan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi finansial. Salah satu contohnya yaitu tidak melebihi rasio sepertiga dari penghasilan. Jika pendapatan kamu sebulan sebesar Rp10.000.000 artinya cicilannya tidak boleh lebih dari Rp3.000.000 sehingga angka tersebut adalah batas aman untuk cicilan per bulan.